Esensi Yang Keliru
Cinta adalah hal yang diinginkan oleh setiap insan di seluruh dunia. Tentu setiap insan butuh cinta. Bayangkan jika cinta tidak ada, tentunya dunia seakan terasa gersang, tak ada penyejuk yang mendinginkan amarah yang menggejolak ataupun pelita yang mampu menerangi qalbu yang gelap. Namun kepada siapakah kita memberikan cinta kita ? Tentu yang pertama kepada Allah SWT, lalu kepada Rasulullah SAW, kedua orang tua, dan orang orang yang ingin kita cintai. Namun bagaimana bila esensi dari kata yang indah tersebut disalah artikan, misalnya kita berikan cinta kita kepada kerabat atau teman yang kita sukai, lalu menjadikannya sebagai kekasih ? Berarti ini konsep cinta salah kaprah.
Cinta adalah sebuah dorongan dari qalbu yang memberikan kedamaian bagi siapa saja yang mendambakannya, sedangkan hal semacam itu adalah dorongan hawa nafsu yang menginginkan pelakunya terjebak dalam lubuk dosa. Contoh bila orang sedang berdua-duaan, apa yang antum bayangkan ? Pegangan tangan, pelukan, suap-suapan “pecawat nya dateng ayankk, aa....” *yang ini sedikit menjijikan, dan bahkan bisa jadi merambah ke hal-hal yang tidak kita inginkan, bisa dibayangkan berapa banyak dosa yang ia panen, karena hal-hal tersebut cenderung mendekati zina, pernah dengar ayat yang berbunyi “Janganlah kamu mendekati zina” ? Kalau pernah dengar pasti kita akan menjauhi hal-hal tersebut. Dan apa konsekuensi dari orang yang berzina ? Rajam, seperti yang tertera dalam Al-Qur’an dan Hadits. Namun apakah itu berlaku di Negeri ini ? tidak, karena Al-Qur’an hanya dijadikan sebagai reformasi belaka, ulama tidak pernah dianggap ada, Ironis ? memang begitu kenyataannya, mereka yang berbuat zina hanya dipenjara, tetapi tetap saja banyak yang melakukannya, mengapa ? Karena hukum di Negeri ini tidak membuat efek jera bagi pelaku nya dan dosanya tidak rontok walaupun pelakunya dipenjara.
Lupakan hal tersebut, dan didalam hal seperti itu, bisa jadi itu merupakan pelatihan bagi orang orang yang berniat menjadi penjilat. Contoh “Aku cayank kamoeh dehh, tapi beliin aku pulsa dong”, maksud licik ini dapat terbalut dengan untaian kata yang dapat meluluhkan orang yan menjadi pasangannya, maksud sayang atau pengeretan ?. Mungkin itu saja yang dapat saya telusuri mengenai konsep cinta salah kaprah ini, moga-moga siapapun yang membaca ini akan segera sadar dan mendapat hidayah dari Allah SWT. Sekian terima kasih, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Cinta adalah sebuah dorongan dari qalbu yang memberikan kedamaian bagi siapa saja yang mendambakannya, sedangkan hal semacam itu adalah dorongan hawa nafsu yang menginginkan pelakunya terjebak dalam lubuk dosa. Contoh bila orang sedang berdua-duaan, apa yang antum bayangkan ? Pegangan tangan, pelukan, suap-suapan “pecawat nya dateng ayankk, aa....” *yang ini sedikit menjijikan, dan bahkan bisa jadi merambah ke hal-hal yang tidak kita inginkan, bisa dibayangkan berapa banyak dosa yang ia panen, karena hal-hal tersebut cenderung mendekati zina, pernah dengar ayat yang berbunyi “Janganlah kamu mendekati zina” ? Kalau pernah dengar pasti kita akan menjauhi hal-hal tersebut. Dan apa konsekuensi dari orang yang berzina ? Rajam, seperti yang tertera dalam Al-Qur’an dan Hadits. Namun apakah itu berlaku di Negeri ini ? tidak, karena Al-Qur’an hanya dijadikan sebagai reformasi belaka, ulama tidak pernah dianggap ada, Ironis ? memang begitu kenyataannya, mereka yang berbuat zina hanya dipenjara, tetapi tetap saja banyak yang melakukannya, mengapa ? Karena hukum di Negeri ini tidak membuat efek jera bagi pelaku nya dan dosanya tidak rontok walaupun pelakunya dipenjara.
Lupakan hal tersebut, dan didalam hal seperti itu, bisa jadi itu merupakan pelatihan bagi orang orang yang berniat menjadi penjilat. Contoh “Aku cayank kamoeh dehh, tapi beliin aku pulsa dong”, maksud licik ini dapat terbalut dengan untaian kata yang dapat meluluhkan orang yan menjadi pasangannya, maksud sayang atau pengeretan ?. Mungkin itu saja yang dapat saya telusuri mengenai konsep cinta salah kaprah ini, moga-moga siapapun yang membaca ini akan segera sadar dan mendapat hidayah dari Allah SWT. Sekian terima kasih, Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Di sini gue remaja yang genap 17 tahun yang mungkin merasakan beda pemikiran dengan remaja seusia mengenai CINTA. Sekilas simpel 5 huruf dalam 1 kata tersebut mampu mengubah dunia tiap individu.
BalasHapusBanyak remaja yang berpikir mengenai CINTA adalah tentang 'aku dan dia'. Kadang harus bisa menyatukan pemikiran dengan remaja yang lain. Memahami mereka agar tidak terjadi kesenjangan, memahami pemikiran mereka yang berpresepsi salah tentang memaknai cinta tersebut.
Mungkin gue bukanlah orang yang punya pengalaman tentang 'pacaran'(bahasa anak muda zaman sekarang) but I KNOW it's a joke. Hal bodoh, hal gurauan, hal yang merugikan yang sudah banyak individu yang mengenyam hal itu.
Tausiyah yang sudah sering gue sampaikan ke rekan-rekan nyatanya hanya mendapatkan bad response. Yang ada gue di bilang jomblo iri. Kalo gue hanya berpikir "seharusnya mereka yang iri sama gue"
why?karena menurut gue orang kayak gue langka, 1:1000 mungkin.
Merugikan!!mereka terjebak di dalam pemikiran yang luar biasa salah. Sulitkah menerapkan tausiyah seperti ini di zaman sekarang?akankah mereka menerima dengan pemikiran yang lebih logis bukan pemikiran buta termakan manisnya cinta?
Hal utama adalah nafsu, Allah memang memberikan nafsu untuk tiap individu. Dan seharusnya kita sebagai manusia menggunakan nafsu itu selayaknya bukan selebihnya.
Ini teks yg pernah anta minta edit penggunaan bahasanya ke ana bukan sih. Fik?
BalasHapus-ali-