Kamis, 13 Juli 2017

Coretan Tak Bermakna




Assalamu’alaikum gays, sis. Bagaimana kalian sekarang generasi 90an angkatan terakhir ?, sudah keterima di PTN tertentu ? Atau mungkin ada yang diterima di PTK, atau bahkan ada yang sudah diterima di Perguruan Tinggi Luar Negeri ? Kalau ada , saya ucapkan Alhamdulillah, dan kalau pun ada yang belum diterima di perguruan tinggi manapun, terus berusaha , berjuang hingga tak ada hari esok. Dan kalau pun Allah masih belum memberikan jawaban dimana kalian akan kuliah nanti, keep calm, Allah pasti akan memberikan solusi terbaik bagi setiap hambanya.
Ane disini ingin berbagi pengalaman aja ya perihal kejadian kejadian yang menyangkut masalah pencarian destinasi pendidikan baru *anjayyy, yang ane alami maupun yang temen-temen ane alami. First ya tentu pertanyaan yang selalu muncul dalam benak diri kita tentang masa depan kita “ Nanti gede, gue mau jadi apa ya ?”. Pertanyaan itu terus terngiang ngiang dalam benak kita bagaikan jerawat yang tak mau hilang dari wajah kiat *oke yang ini sedikit menjijikan. Jujur, ane pun masih belum tau apa tujuan hidup ane kedepannya mau menjadi seperti apa, tetapi biarlah waktu yang akan menjawabnya. Pas baru masuk kelas 12, banyak pertanyaan yang datang dari sisi manapun bagaikan jatuhan meteor yang mau menubruk bumi pada periode Jurassic, datang silih berganti, “ Nanti kamu mau kuliah dimana ?”. Sejujurnya itu adalah pertanyaan yang paling menyebalkan bagi ane, karena ane pun bingung banget mau dimana nantinya, karena ya ane belum menyusun ataupun punya target untuk ke mana pun, ujian aja belum soalnya. Ok next.
Singkat cerita aja, semua teman teman ane terlihat amat bersungguh-sungguh untuk mengejar target mereka menuju Universitas yang mereka idam-idamkan, ada yang mengikuti les tambahan dengan biaya yang agak lumayan, ada juga yang pasrah seraya berdo’a agar dimudahkan untuk memasuki universitas idaman. Semua proses berlanjut begitu saja sampai kami tak sadar bahwa pengumuman SNMPTN sudah dekat. Begitu waktunya tiba pengumuman SNMPTN, Alhamdulillah 2 orang teman kami diterima pada jalur ini, dan yang lain belum menemui rezekinya disini, termasuk ane. Menuju SPAN PTKIN, jalur yang diperuntunkkan untuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, dan hasinya pun demikian, 3 orang dari kami diterima pada jalur ini. Setelah kita menunggu jalur undangan ini, kami pun bersama sama mengikuti SBMPTN. Segala persiapan telah kami rencanakan , belajarpun kami mati-matian, ya tapi gak sampai mati lah wkwkwkwk. Di SBMPTN ini, banyak hal yang tidak terduga. Pinter tidak menjamin orang tersebut akan lulus dengan mudah, yaa walaupun semua itu tergantung usaha masing-masing. Tapi mbok yo , walaupun gk keterima SBMPTN, masih ada jalur mandiri, ada juga beasiswa ke luar negeri, YAA BEASISWA LUAR NEGERI.
Kali ini temen ane yang lulus beasiswa luar negeri ini, tepatnya di Universitas Songkla Thailand. Ya memang sih orang ini dari awal niatnya emang udah disini, segalanya telah dia persiapkan. Sebenernya ikut beasiswa luar negeri menurut dia tidak susah kok, cukup mau ribet ribet dengan berkas :v, persiapin ini itu buat wawancara, dan inget orang tua yang selalu membesarkannya, yaa bener aja, dia berhasil. Congratz ya…

Tapi kesuksesan itu sebenarnya bukan terletak dimana kalian kuliah nanti, sukses itu akan terjadi bila kalian mau mengubah pola pikir kalian menjadi orang sukses. Banyak kok yang gk kuliah malah lebih sukses daripada yang kuliah. Semua itu tergantung pada usaha dan niat masing-masing.

Minggu, 04 Juni 2017

Masa SMA ? Tidak Akan Terulang Dua Kali Brooo...

Especially to Halebo Group.



OK, izinkan ana memperkenalkan diri ana terlebih dahulu everybody. Nama ana Muhammad Fikri Alfajri, ana baru banget lulus dari MAN 10 Jakarta T.P 2016/2017. Ana disini akan membahas sejumlah cerita, sejumlah kenangan yang mungkin peluang kejadian tersebut terulang kembali mendekati 1%. So, jangan lupa siapin tisu untuk menahan air mata yang akan berlinang dari mata kalian, hikss hikss..

Dari SMP ? ya pasti ingin berlanjut menuju jenjang yang lebih serius, yaa tapi buka pernikahan lahh boy, yang jelas menuju SMA. SMA itu kelihatannya excited banget bro, sumpah. Masing-masing anak ingin menemukan jati dirinya disini, mencari teman yang lebih gokil, lebih asik, lebih pengertian, lebih banyak duit tentunya. Tapi yaa, hal itu agak berbanding terbalik dengan yang diharapkan ketika masih periode awal-awal. Teman SMA ? palingan dari teman satu MTs atau satu SMP yang sama. Masih agak ogah membaur dengan yang lain. Itu ya biasa lah, masih awal awal, masih belum kena tataran, wkwkwk. Pas MOPDB bro, sumpah kakak kakaknya galak galak banget coy!!. Mukenya judes, jutek, bawel. Kita anak kelas 10 kayak digiring giring gitu dah, harus ini, harus itu. Tapi dengan hal itu, justru kami bisa merajut persahabatan dengan teman yang baru, lebih terbuka dengan kakak kelas , lebih saling mengisi satu sama lain. Dan di akhir MOPDB, itu bener bener asik men, kakak-kakak yang galak itu cuma boongan ternyata :v. Dari sini ane yakin, ane bakal menjalani kehidupan SMA yang sangat enak.

Ane ini anak pindahan dari kelas X IIK menuju kelas X MIA, tapi temen temennya sama sama asik. Apalagi kelas X MIA. Banyak hal gokil yang terjadi disini. 17 agustusan itu kita langganan juara bro ;v. Kalau ada Kohar, Ilyas, dan Bayu, udah semua dibabat wkwkwk. Dan juga lagu legendaris kita "Do'a anak Sholeh" ,kalau ikut lomba nasyid, pasti selalu juara ,entah kena pelet atau apa sampe bisa menang kalau bawa lagu ini. Di kelas X kita juga kedatangan murid pindahan men, pas pelajaran PKN lagi. Pas denger kata murid pindahan, perempuan lagi, itu yang cowok, kayak Brulli, langsung maju kedepan gara-gara penasaran. Tau siapa murid pindahannya ? Zaskia men :v. Awalnya mah pada antusias ngeliat tuh bocah, tapi lama kelamaan sampe kelas 12 , Zaskia sudahh, ahh sudahlah tanya orangnya dewek.

Kelas XI juga banyak murid pindahan dari kelas laen men, semisal Ida, Dini, Rojwa, but kita harus kehilangan ghaniya yang pindah  menuju kelas sebelah, miss you someday :*. Nahh anak-anak pindahan ini lah sang penebar bigos, k-pop, da sang pencari cinta sejati. Banyak cinlok ketika mereka kesini, tapi ya cinloknya mah udah dari kelas X, wkwkwk. Anak IPA mah pada banyak mantannya, tapi aku mah no ya, muehehehe.  Kelas XI ini ada enaknya, ada kgknya. Enaknya mah kita dapet pelajaran Bahasa Jerman yang gurunya itu enak banget, Dapetan Pak Nimun yang bahasanya melebihi Sujiwo mTejo, Aristoteles, Nurcholis Majid, dll. Tapi gak enaknya, behhhh, 16 orang BOLOS DI HARI GURU SEBAB DRAMA BAHASA INGGRIS, 16 ORANG !!!!!. Kita mencetak rekor muri broo, bolos berjamaah, wkwkwk. Tapi hal itu juga yang membuat guru kita menjadi sedih, bayangin aja hari istimewa itu, malah kita mengecewakan mereka, ckckck. Masa lalu biarlah berlalu

Kelas XII nih, yang paling enak, yang paling absurd, yang paling bikin kangen. Singkat banget men, cuma 9 bulan periodenya. Di kelas 12 ini yang mula-mula killer menjadi seperti apa tau dah, sebut saja Pak E_d_y. Guru-guru baru ju7ga ada, misal bu Surtiah, Bu istiqamah, Bu fauzah, Pak Sawani. Tapi kita harus berpisah dengan bu Tuti yang sudah menjalani masa baktinya selama 20 tahun. 

Halebo punya cerita asik men. Dengan tugas ? Halebo punya banyak masalah wkwkwk. Ada masalah dengan pak edy pas periode awal, bayangin men, kita lagi class meet pas kelas X, kita disuruh remed, tapi pak edy nya ogah, disini temen-temen pada pasrah, tapi ana kesel bukan main, sampe nendang buku ke atas. Tugas fisika itu seabrek abrek dengan tetek bemgeknya, kita belum diajarin tapi disuruh ku8mpulinnnya besok ? Bisa jadi Einstein kita. Dengan Pak cipto mahh paling gk jauh-jauh dengan "buku gede" atau maunya yang terkadang susah dimengerti. Emang, guru guru IPA susah amat dimengerti, tapi bakalan enak juga kesananya. Dear Bu Ratna, Pak Edy, Pak Cipto, Bu Yada, maaf telah menyusahkan kalian dsini  >.<.

Halebo juga punya banyak konflik, ada yang main kelompok-kelompokan lah, ada yang menyendiri mulu lah, dloll. Serius, bahkan konflik itu pernah dibuka oleh bu fauzah ketika pelajaran BK. Selama pelajaran itu, semua pada terbukaa banget, cerita masalah masing-masing. Sampe akhirnya pada nangis-nangis, huhuhu. Ana sendiri pun gk akan menceritakan secara detail, karena ana sendiri gk kuat bahasnya, masa itu sudah lewat ;(. 

Canda tawa pernah terisi disini. Suka duka kita lalui disini. Ana banyak menemukan orang-orang hebat disini. Teman teman yang asik, waduhh susah lah dijelaskannya. Kita baru diwisuda tanggal 21 Mei kemarin, tetapi rasanya seperti berpisah selama 1 abad lamanya. Ingin sekali mengulangnya, tapi ya masanya udah abis bro, gk bisa terlulang. Time is not Money. Waktu itu lebih berharga daripada seuntai mutiara yang indah, sebongkah zamrud sebanyak buih lautan, waktu itu lebih berharga daripada apapun. Ingin rasanya memutar waktu kembali dari awal, ya tapi life must go on, mesti memandang kedepan. Apa kabar kalian bro ?? Bagimana ?? Apakah kalian sudah menjadi dokter, Insinyur, Ekonom ???.  Dimana kalian sekarang ?? UNJ, ITB, UI, UIN, STAN, STIS, IPB ??. Semoga kalian sukses teman, jangan mengingat masa lalu di SMA terlalu nestapa, terlalu berlarut. Jangan menghambat masa depanmu . Masa lalu mu harus dikunci rapat dalam gudang "Memori", sehingga jika kalian butuh itu sewaktu-waktu, tinggal kalian buka, OK ?

Itu aja ya mungkin, gk sanggup lagi nulisnya, biarlah itu menjadi cerita masing-masing.

"Seiring berjalannya waktu dan kau berubah, itu tidaklah penting. Lagipula, kau tetaplah kau. Bunga bermekaran di atas kepala kalian" Miyazono Kaori.


Mengingat Pertama Ku Bertemu Kalian
Kita Tak Saling Mengenal, lugu Entah Mau Apa
Penuh Rasa Canggung, Sedikit ada Curiga
Lalu Bertukar Kisah, hingga Menjadi Sahabat

Kini Telah Akhir Sudah , Kisah kitaa.. 3 tahun Lamanya
Syukur Yang Tak Terhingga, Bersama Kalian... Ku Ucapakan

 (Alliya Imani Zahra)